Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam individu atas sistem-sistem psikofisis
yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya (Allport,
dalam buku teori-teori sifat dan behavioristik). Kepribadian adalah pola karakteristik yang menetap dan
menghasilkan konsistensi dan individualitas bagi seseorang. Kepribadian
mencakup perilaku yang membuat masing-masing individu unik yang membedakan satu
individu dengan individu lainnya (Robert S. Feldman, 2012, hlm .168).
Tes Kepribadian menggambarkan
kepribadian seseorang pada area seperti, konsep diri, kontrol implus, uji
realitas, dan pertahanan utama (Adams & Culbertson, 2000). Tes kepribadian
merupakan suatu alat ukur yang disusun untuk mengungkap kepribadian seseorang.
Untuk menggunakan suatu alat ukur kepribadian perlu melihat landasan
teoritisnya sehingga dapat menggunakan alat tersebut dengan tepat.
Tes kepribadian dapat bersifat objektif / inventory adalah tersusun atas pertanyaan pilihan ganda atau
pertanyaan benar-salah. Jawaban seseorang dibandingkan dengan jawaban standart
atau kriteria sehingga diperoleh suatu nilai atau beberapa nilai. Macam-macam tesnya :
Kelemahan
tes inventori : Itemnya ambigu dan perintah kadang kurang jelas, Adanya kesulitan semantik, sehingga bias
menimbulkan penafsiran berbeda, Bisa memunculkan keinginan testee untuk menunjukkan
kesan tertentu pada teste, Testee tidak kooperatif, Tes inventori selalu
sensitive terhadap perubahan, Tes inventori tidak culture free.
Tes kepribadian yang lain, yang
disebut tes proyektif, tidak
terstruktur dan biasanya dilaksanakan dengan metode wawancara. Stimulus untuk tes
ini, misalnya noda tinta Rorschach, adalah stimulus standart, tetapi klien
dapat memberi respon berupa jawaban yang sangat berbeda. Respons klien
dianalisis dan hasil tes naratif diberikan oleh pengevaluasi. Adapun tes proyektif adalah alat ukur
kepribadian yang dalam mengungkap kepribadian menggunakan media atau materi
sebagai tempat untuk memproyeksikan dorongan, perasaan ataupun sentiment
seseorang. Macam-macam tesnya :
Kelebihan
tes proyektif : Dapat mengungkap hal – hal dibawah sadar untuk keperluan
klinis, Dapat menurunkan ketegangan, Bersifat ekonomis, Kekurangan tes
proyektif, Validitas dan reliabilitasnya rendah, Tester harus memiliki
keterampilan yang khusus untuk dapat menggunakan tes ini dalam melakukan
diagnosa.
Sekian :)
Sumber :

